Saturday, April 28, 2012

Cara Melakukan Takhrij

Cara Melakukan Takhrij sebagaimana yang disebutkan oleh Mahmud Thahhan ada lima, antara lain:

1. Takhrij dengan cara mendeteksi dari perawi pertama dari hadis tersebut, yakni sahabat.

2. Takhrij dengan cara berpedoman pada kata pertama dari hadis.

3. Dengan cara berpedoman pada kata "unik" pada hadis tersebut.

4. Dengan cara berpedoman pada tema/bahasan hadis.

5. Dengan cara mengetahui keadaan (sahih, hasan, dhaif, dll) hadis, baik secara matan atau sanad.

Pengertian Takhrij

Di sini saya akan menuliskan kembali secara ringkas apa yang dituliskan oleh Dr. Mahmud Thahhan tentang takhrij dalam kitabnya ushul at-Takhrij wa Dirasat al-Asanid terbitan Penerbit Maktabah ar-Rusyd.

Pengertian takhriji secara bahasa adalah: kumpulnya dua hal yang berbeda menjadi satu.
Dalam bahasa Arab, kata takhrij juga kerap diucapkan untuk menunjukkan arti: istinbath, tadrib, dan taujih.

Karya-karya Imam Al-Bukari

Karya Imam Bukhari antara lain:

    Al-Jami' ash-Shahih yang dikenal sebagai Shahih Bukhari
    Al-Adab al-Mufrad[1][2]
    Adh-Dhu'afa ash-Shaghir[3]
    At-Tarikh ash-Shaghir
    At-Tarikh al-Ausath[4]
    At-Tarikh al-Kabir[5]
    At-Tafsir al-Kabir
    Al-Musnad al-Kabir
    Kazaya Shahabah wa Tabi'in
    Kitab al-Ilal
    Raf'ul Yadain fi ash-Shalah
    Birr al-Walidain
    Kitab ad-Du'afa
    Asami ash-Shahabah
    Al-Hibah
    Khalq Af'al al-Ibad[6]
    Al-Kuna
    Al-Qira'ah Khalf al-Imam

Tuesday, April 3, 2012

Thabaqat ar-Ruwat (Tingkatan para Perawi Hadis)

Dalam kajian tentang perawi, kita harus mengetahui segala hal yang berkaitan dengan orang-orang yang berkecimpung dalam dunia periwayatan (bukan persilatan lho-red). Mulai dari nama lengkapnya, julukannya, nama panggilannya, tempat tanggal lahir maupun wafatnya, tempat domisilinya, tempat-tempat yang pernah dikunjunginya (rihlah), guru-gurunya, maupun thabaqat-nya.

Dalam kesempatan ini, kita hendak membahas tentang Thabaqat ar-Ruwat (Tingkatan para Perawi Hadis).
- Menurut kamus bahasa, arti thabaqat adalah sekelompok orang yang hidup semasa atau dalam zaman yang berbeda namun mempunyai kapasitas-kualitas yang sama secara keilmuan, keahlian, atau profesinya.
- Menurut istilah ilmu hadis, thabaqat ialah kelompok orang yang semasa, sepantaran usianya, sama dalam periwayatan hadis atau dalam menerima hadis dari guru-gurunya.

Metode Imam an-Nasai dalam Riwayat Hadis

Tiap ulama mempunyai kriteria tersendiri dan metode khusus dalam meriwayatkan hadis. Begitu juga dalam menyusun buku-bukunya. Kita akan bahas satu per satu ciri dan metode para imam hadis dalam menyusun kitab mereka. Gak perlu urut ya, yang ada saja langsung saya tuliskan. Untuk kali ini kita mulai dengan Imam an-Nasai.

Metode Imam An-Nasai dalam menyusun kitab as-Sunan-nya adalah:

1. Semua hadis yang dimuatnya hanya berkisar hadis tentang hukum saja.

2. Bab dalam bukunya diurutkan berdasarkan pembahasan (lazimnya) dalam ilmu fikih.

Metode dan Cara dalam Penyampaian Hadis

Saat membaca hadis, kerapkali kita menemui kata حدثنا ، أخبرنا ، سمعت ، dan lain-lain. Dalam ilmu hadis semua itu disebut صيغة الأداء والتحمل . Ada beberapa metode dan cara dalam penyampaian hadis dari satu perawi ke perawi lain. Ada 8 cara penyampaian hadis:

1. as-Sima' (pendengaran):
Sang murid mendengar hadis dari gurunya yang hafal hadis atau membacakannya dari tulisannya. Kata yang kerap digunakan adalah: حدثني ، حدثنا ، سمعت عن

2. Pembacaan:
Murid membaca satu atau beberapa hadis di hadapan gurunya, sementara sang guru menyimaknya utk menyesuaikan dengan hafalannya atau tulisannya pribadi. Kata yang kerap digunakan adalah: قرأت على ، حدثنا قراءة عليه

Etika Pelajar Hadis

Etika para pelajar hadis dan ilmunya:
- Niat ikhlas
- Jujur
- Mengutamakan riwayat dari para perawi tsiqah
- Menghindari riwayat dari para perawi dhaif dan maudhu'
- Berakhlak terpuji
- Tawadhu'
- Menghormati ulama
- Persiapan yang cukup sebelum masuk majlis ilmu
- Memahami dengan baik Musthalah hadis
- dan lain-lain

[dikutip dari Kitab "Mafatih Ulum al-Hadis wa Thuruqu Takhrijihi" karya Muhammad Utsman al-Khasyt]