Tuesday, April 3, 2012

Metode dan Cara dalam Penyampaian Hadis

Saat membaca hadis, kerapkali kita menemui kata حدثنا ، أخبرنا ، سمعت ، dan lain-lain. Dalam ilmu hadis semua itu disebut صيغة الأداء والتحمل . Ada beberapa metode dan cara dalam penyampaian hadis dari satu perawi ke perawi lain. Ada 8 cara penyampaian hadis:

1. as-Sima' (pendengaran):
Sang murid mendengar hadis dari gurunya yang hafal hadis atau membacakannya dari tulisannya. Kata yang kerap digunakan adalah: حدثني ، حدثنا ، سمعت عن

2. Pembacaan:
Murid membaca satu atau beberapa hadis di hadapan gurunya, sementara sang guru menyimaknya utk menyesuaikan dengan hafalannya atau tulisannya pribadi. Kata yang kerap digunakan adalah: قرأت على ، حدثنا قراءة عليه



3. Ijazah
Sang guru/perawi memberikan ijazah/izin kepada orang lain (muridnya, perawi lain) untuk meriwayatkan sebuah hadis, beberapa hadis, atau sebuah buku hadis.
Kata yang kerap digunakan adalah: أجازني ، أخبرنا إجازة

4. Munawalah
Sang guru memberikan sebuah kitab hadis yang dimilikinya (diriwayatkannya) kepada muridnya dan memberikan hak kepadanya secara penuh-utuh, atau memberikan kitab itu untuk disalin (bahasa sekarang mungkin difotokopi, tapi zaman dulu mana ada fotokopi) lalu buku yang asli dikembalikan lagi kepada gurunya.
Kata yang kerap digunakan adalah: أنبأنا مناولة ، ناولني

5. Tulisan
Sang guru menulis ulang hadis yang diriwayatkannya atau menyuruh orang lain untuk menulisnya, lalu diberikan kepada oran lain/muridnya.
Kata yang kerap digunakan adalah: كتب إلي ، حدثني كتابة ، من كتاب

6. I'lam (pemberitahuan)
Sang guru memberitahu muridnya bahwa sebuah kitab atau hadis merupakan riwayatnya.

7. Wasiat
Guru berwasiat, sebelum ia mati, bahwa hak periwayatan atau kitab yang dimilikinya diberikan kepada muridnya/seseorang.
Kata yang digunakan: وصاني فلان ، حدثني فلان وصية

8. Wijadah (Penemuan)
Seseorang menemukan beberapa hadis atau sebuah kitab yang ditulis oleh seorang perawi; hadis itu lengkap dengan sanadnya.
Kata yang digunakan: وجدث بخط فلان ، قال فلان

1 comment: